KESEHATAN
LANJUT USIA
FITRIANI
2
F
B
T 1202182
AKBID
BATARI TOJA WATAMPONE
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah Swt., yang atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dengan baik. Terima kasih kami ucapkan kepada ibu ASRIWATI,S.Kep,S.Pd.MKes sebagai dosen mata kuliah “Ilmu Kesehatan Masyarakat” yang dengan
dukungannya sehingga tugas kuliah ini selesai tepat pada waktunya. Terima kasih
juga diucapkan kepada teman-teman serekan yang telah bekerjasama dan bersusah
payah, sehingga tugas ini selesai dengan baik.
Saya sebagai penulis pemula merasa
banyak sekali kekurangan dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya, saya berharap
semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
yang membutuhkan, khususnya bagi kita semua sehingga tujuan yang diharapkan
dapat tercapai.
Watampone, Mei 2014
Fitriani,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................................i
KATA PENGANTAR..................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
I.
PENDAHULUAN......................................................................................
1
A. Latar Belakang.......................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................1
C. Tujuan....................................................................................................1
II.
PEMBAHASAN..........................................................................................3
A.
Masalah
Kesehatan Gerontik................................................................3
B.
Upaya
Pelayanan Kesehatan terhadap Lansia........................................5
C.
Hukum dan
Perundang-undangan yang Terkait dengan Lansia............8
D.
Peran
Perawat.........................................................................................9
E.
Program
Pemerintah dalam Meningkatkan Kesehatan
Masyarakat Khususnya Lansia.............................................................10
F.
Pandangan
Islam Tentang Lansia.........................................................11
III.
PENUTUP.................................................................................................12
A.
Kesimpulan..........................................................................................12
B.
Saran....................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................14
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring
dengan berkembangnya Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat
perkembangan yang cukup baik, maka makin tinggi pula harapan hidup penduduknya.
Diperkirakan harapan hidup orang Indonesia dapat mencapai 70 tahun pada tahun
2000.
Kesejahteraan
penduduk usia lanjut karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan
lagi untuk berperan dalam pembangunan, maka lansia perlu mendapat perhatian
khusus dari pemerintah dan masyarakat (GBHN, 1993).
Berbagai upaya
telah dilaksanakan oleh instansi pemerintah diantaranya pelayanan kesehatan,
sosial, ketenagakerjaan dan lainnya telah dikerjakan pada berbagai tingkatan,
yaitu tingkat individu lansia, kelompok lansia, keluarga, Panti Sosial Tresna
Wreda (PSTW), Sarana pelayanan kesehatan tingkat dasar (primer), tingkat
pertama (sekunder), tingkat lanjutan, (tersier) untuk mengatasi permasalahan
yang terjadi pada lansia.
B.
Rumusan Masalah
1. Cara menghadapi dan merawat
lansia?
2. Masalah apa saja yang dialami
oleh lansia?
3. Upaya apa saja yang dilakukan untuk kesehatan
usia lanjut?
C.
Tujuan
1.
Agar mahasiswa mengetahui cara menghadapi dan merawat lansia.
2.
Agar mahasiswa mengerti masalah apa saja yang dialami oleh lansia.
3.
Menambah wawasan mahasiswa tantang keperawatan komunitas khus nya gerontik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masalah
Kesehatan Gerontik
1.
Masalah kehidupan sexual
Adanya
anggapan bahwa semua ketertarikan seks pada lansia telah hilang adalah mitos
atau kesalahpahaman. (parke, 1990). Pada kenyataannya hubungan seksual pada
suami isri yang sudah menikah dapat berlanjut sampai bertahun-tahun. Bahkan
aktivitas ini dapat dilakukan pada saat klien sakit aau mengalami
ketidakmampuan dengan cara berimajinasi atau menyesuaikan diri dengan pasangan
masing-masing. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa maturitas dan kemesraan antara
kedua pasangan sepenuhnya normal. Ketertarikan terhadap hubungan intim dapat
terulang antara pasangan dalam membentuk ikatan fisik dan emosional secara
mendalam selama masih mampu melaksanakan.
2.
Perubahan prilaku
Pada lansia
sering dijumpai terjadinya perubahan perilaku diantaranya: daya ingat menurun,
pelupa, sering menarik diri, ada kecendrungan penurunan merawat diri, timbulnya
kecemasan karena dirinya sudah tidak menarik lagi, lansia sering menyebabkan
sensitivitas emosional seseorang yang akhinya menjadi sumber banyak masalah.
3.
Pembatasan fisik
Semakin
lanjut usia seseorang, mereka akan mengalami kemunduran terutama dibidang
kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan – peranan
sosialnya. Hal ini mengakibatkan pula timbulnya ganggun di dalam hal mencukupi
kebutuhan hidupnya sehingga dapat meningkatkan ketergantunan yang memerlukan
bantuan orang lain.
4.
Palliative care
Pemberian
obat pada lansia bersifat palliative care adalah obat tersebut ditunjukan untuk
mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh lansia. Fenomena poli fermasi dapat
menimbulkan masalah, yaitu adanya interaksi obat dan efek samping obat. Sebagai
contoh klien dengan gagal jantung dan edema mungkin diobatai dengan dioksin dan
diuretika. Diuretik berfungsi untu mengurangi volume darah dan salah satu efek
sampingnya yaitu keracunan digosin. Klien yang sama mungkin mengalami depresi
sehingga diobati dengan antidepresan. Dan efek samping inilah yang menyebaban
ketidaknyaman lansia.
5.
Pengunaan obat
Medikasi
pada lansia memerlukan perhatian yang khusus dan merupakan persoalan yang
sering kali muncul dimasyarakat atau rumah sakit. Persoalan utama dan terapi
obat pada lansia adalah terjadinya perubahan fisiologi pada lansia akibat efek
obat yang luas, termasuk efek samping obat tersebut. (Watson, 1992). Dampak
praktis dengan adanya perubahan usia ini adalah bahwa obat dengan dosis yang
lebih kecil cenderung diberikan untuk lansia. Namun hal ini tetap bermasalah
karena lansia sering kali menderita bermacam-macam penyakit untuk diobati
sehingga mereka membutuhkan beberapa jenis obat. Persoalan yang dialami lansia
dalam pengobatan adalah :
·
Bingung
·
Lemah ingatan
·
Penglihatan berkurang
·
Tidak bias memegang
·
Kurang memahami pentingnya program tersebut unuk
dipatuhi dan dijalankan
6. Kesehatan
mental
Selain
mengalami kemunduran fisik lansia juga mengalami kemunduran mental. Semakin
lanjut seseorang, kesibukan soialnya akan semakin berkurang dan dapat
mengakibatkan berkurangnya intregrasi dengan lingkungannya.
B. Upaya
Pelayanan Kesehatan terhadap Lansia
Upaya
pelayanan kesehatan terhadap lansia meliputi azas, pendekatan, dan jenis
pelayanan kesehatan yang diterima.
1.
Azas
Menurut WHO
(1991) adalah to Add life to the Years that Have Been Added to life, dengan
prinsip kemerdekaan (independence), partisipasi (participation), perawatan
(care), pemenuhan diri (self fulfillment), dan kehormatan (dignity).
Azas yang
dianut oleh Departemen Kesehatan RI adalah Add life to the Years, Add Health to
Life, and Add Years to Life, yaitu meningkatkan mutu kehidupan lanjut usia,
meningkatkan kesehatan, dan memperpanjang usia.
2.
Pendekatan
Menurut
World Health Organization (1982), pendekatan yang digunakan adalag sebagai
berikut :
·
Menikmati hasil pembangunan (sharing the benefits of
social development)
·
Masing-masing lansia mempunyai keunikan (individuality
of aging persons)
·
Lansia diusahakan mandiri dalam berbagai hal
(nondependence)
·
Lansia turut memilih kebijakan (choice)
·
Memberikan perawatan di rumah (home care)
·
Pelayanan harus dicapai dengan mudah (accessibility)
·
Mendorong ikatan akrab antar kelompok/ antar generasi
(engaging the aging)
·
Transportasi dan utilitas bangunan yang sesuai dengan
lansia (mobility)
·
Para lansia dapat terus berguna dalam menghasilkan
karya (productivity)
·
Lansia beserta keluarga aktif memelihara kesehatan
lansia (self help care and family care)
3.
Jenis
Jenis
pelayanan kesehatan terhadap lansia meliputi lim upaya kesehatan, yaitu
Promotif,
prevention, diagnosa dini dan pengobatan, pembatasan kecacatan, serta
pemulihan.
·
Promotif
Upaya
promotif juga merupakan proses advokasi kesehatan untuk meningkatkan dukungan
klien, tenaga profesional dan masyarakat terhadap praktek kesehatan yang
positif menjadi norma-norma sosial.
Upaya perlindungan kesehatan bagi lansia sebagai
berikut :
·
Mengurangi cedera
·
Meningkatkan keamanan di tempat kerja
Meningkatkan perlindungan dari kualitas udara
yang buruk
·
Menibgkatkan keamanan, penanganan makanan dan
obat-obatan
·
Meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gigi dan
mulut
·
Preventif
o
Mencakup pencegahan primer, sekunder dan tersier.
Contoh pencegahan primer : program imunisasi, konseling, dukungan nutrisi,
exercise, keamanan di dalam dan sekitar rumah, menejemen stres, menggunakan
medikasi yang tepat.
o
Melakukakn pencegahan sekuder meliputi pemeriksaan
terhadap penderita tanpa gejala. Jenis pelayanan pencegahan sekunder: kontrol
hipertensi, deteksi dan pengobatan kanker, skrining : pemeriksaan rektal,
mamogram, papsmear, gigi, mulut.
o
Melakukan pencegahan tersier dilakukan sesudah gejala
penyakit dan cacat. Jenis pelayanan mencegah berkembangnya gejala dengan
memfasilisasi rehabilitasi, medukung usaha untuk mempertahankan kemampuan
anggota badan yang masih bnerfungsi
o
Rehabilitatif
Prinsip :
·
Pertahankan lingkungan aman
·
Pertahankan kenyamanan, istirahat, aktifitas dan
mobilitas
·
Pertahankan kecukupan gizi
·
Pertahankan fungsi pernafasan
·
Pertahankan aliran darah
·
Pertahankan kulit
·
Pertahankan fungsi pencernaan
·
Pertahankan fungsi saluran perkemihaan
·
Meningkatkan fungsi psikososial
·
Pertahankan komunikasi
·
Mendorong pelaksanaan tugas
C. Hukum dan
Perundang-undangan yang Terkait dengan Lansia
- UU No. 4 tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan bagi Orang Jomp.
- UU No.14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
- UU No.6 tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial
- UU No.3 tahun 1982 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- UU No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
- UU No. 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian
- UU No.4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman
- UU No.10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera
- UU No.11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun
- UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan
- PP No.21 tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera
- PP No.27 tahun 1994 tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan
- UU No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia (tambahan lembaran negara Nomor 3796) sebagai pengganti UU No.4 tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan bagi Orang Jompo.
UU No. 13 tahun 1998 ini berisikan antara lain :
- Hak, kewajiban, tugas, serta tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan kelembagaan.
- Upaya pemberdayaan
- Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia potensial dan tidak potensial
- Pelayanan terhadap lansia
- Perlindungan sosial
- Bantuan sosial
- Koordinasi
- Ketentuan pidana dan sanksi administrasi
- Ketentuan peralihan
Beberapa undang-undang yang perlu disusun adalah :
- UU tentang Pelayanan Lansia Berkelanjutan (Continum of Care)
- UU tentang Tunjangan Perawatan Lansia
- UU tentang Penghuni Panti (Charter of Resident’s Right)
- UU tentang Pelayanan Lansia di Masyarakat (Community Option Program)
D. Peran
Perawat
Berkaitan dengan kode etik yang harus diperhatikan
oleh perawat adalah :
- Perawat harus memberikan rasa hormat kepada klien tanpa memperhatikan suku, ras, gol, pangkat, jabatan, status social, maslah kesehatan.
- Menjaga rahasia klien
- Melindungi klien dari campur tangan pihak yang tidak kompeten, tidak etis, praktek illegal.
- Perawat berhak mnerima jasa dari hasil konsultasi danpekerjaannya
- Perawat menjaga kompetesi keperawatan
- Perawat memberikan pendapat dan menggunakannya. Kompetei individu serta kualifikasi daalm memberikan konsultasi
- Berpartisipasi aktif dalam kelanjutanyaperkembangannya body of knowledge
- Berpartipitasi aktif dalam meningkatan standar professional
- Berpatisipasi dalam usaha mencegah masyarakat, dari informasi yang salah dan misinterpretasi dan menjaga integritas perawat
Perawat
melakukan kolaborasi dengan profesi kesehatannya yang lain atau ahli dalam
rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat
termasuk pada lansia.
E. Program
Pemerintah dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Khususnya Lansia
Contoh upaya
pemerintah di negara maju dalam meningkatkan kesehatan masyarakatnya,
diantaranya adanya medicare dan medicaid. Medicare adalah program asuransi
social federal yang dirancang untu menyediakan perawatan kesehatan bagi lansia
yang memberikan jaminan keamanan social. Medicare dibagi 2 : bagian A asuransi
rumah sakit dan B asuransi medis. Semua pasien berhak atas bagian A, yang
memberikan santunan terbatas untuk perawatan rumah sakit dan perawatan di rumah
pasca rumah sakit dan kunjungan asuhan kesehatan yang tidak terbatas di rumah.
Bagian B merupakan program sukarela dengan penambhan sedikit premi perbulan,
bagian B menyantuni secara terbatas layanan rawat jalan medis dan kunjungan
dokter. Layanan mayor yang tidak di santuni oleh ke dua bagian tersebut
termasuk asuhan keperwatan tidak terampil, asuhan keperawatan rumah yang
berkelanjutan obat-obat yang diresepkan, kaca mata dan perawatan gigi. Medical
membayar sekitar biyaya kesehatan lansia (U.S Senate Committee on Aging, 1991).
Medicaid
adalah program kesehatan yang dibiayai oleh dana Negara dan bantuan pemerintah
bersangkutan. Program ini beredaq antara satu Negara dengan lainya dan hanya
diperuntukan bagi orang tidak mampu. Medicaid merupakan sumber utama dana
masyarakat yang memberikan asuhan keperawatan di rumah bagi lansia yang tidak
mampu. Program ini menjamin semua layanan medis dasar dan layanan medis lain
seperti obta-obatan, kaca mata dan perawatan gigi.
Adapun
program kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia yang diperuntukkan
khusunya bagi lansia adalah JPKM yang merupakan salah satu program pokok
perawatan kesehatan masyarakat yang ada di puskesmas sasarannya adalah yang
didalamnya ada keluarga lansia. Perkembangan jumlah keluarga yang terus
menerus meningkat dan banyaknya keluarga yang berisiko tentunya menurut perawat
memberikan pelayanan pada keluarga secara professional. Tuntutan ini tentunya
membangun “ Indonesia Sehat 2010 “ yang salah satu strateginya adalah Jaminan
Pemeliharan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Dengan strategi ini diharapkan lansia
mendapatkan yang baik dan perhatian yang selayakn
F. Pandangan
Islam Tentang Lansia
Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra : 23-24
Artinya :
Dan tuhanmu
telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat
baik ibu bapakmu. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai
usia lanjut dalam pemeliharaan, maka jangan sekali-sekali engkau mengatakan
kepada ke duanya perkataan “Ah” dan janganlah engkau membentak mereka dan
ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Dan rendahkanlah
dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah “ wahai
tuhanku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku
diwaktu kecil”.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Upaya kesehatan paripurna bagi usia lanjut meliputi pencegahan, pengobatan,
Peningkatan, dan pemulihan.
·
Kegiatan upaya kesehatan usia lanjut di Puskesmas secara
khusus ialah :
- penyuluhan
- deteksi & diagnosa dini
- proteksi & tindakan khusus
- pemulihan
·
Kegiatan :
a. Pelayanan kesehatan usia lanjut :
1.
peningkatan : melalui penyuluhan tentang kesehatan &
pemeliharaan
kebersihan diri, menu makanan
dengan gizi seimbang & kesegaran
jasmani
2.
upaya pencegahan : melalui pemeriksaan berkala, senam,
penyuluhan
tentang alat bantu
3.
upaya pengobatan :
-
pelayanan kesehatan dasar
-
pelayanan kesehatan spesialistik melalui rujukan
4.
upaya pemulihan :
-
fisioterapi
-
mengembalikan percaya diri
b.
Peningkatan peran serta masyarakat
c. Pencatatan & pelaporan
·
Masalah yang dihadapi lansia antara lain :
1. Masalah kehidupan sexual
2.
Perubahan prilaku
3.
Pembatasan fisik
4.
Palliative care
5.
Pengunaan obat
6.
Kesehatan mental
B.
Saran
1.
Sebaiknya mahasiswa mampu memahami tentang isi makalah
ini.
2.
Ada baiknya makalah ini dipergunakan sebaik mungkin
agar bermanfaat untuk orang lain
3.
Sebaiknya pembaca mampu memetik ilmu dalam makalah ini
DAFTAR
PUSTAKA
Maryam, R
siti.Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya. 2008. Jakatra: Salemba medika
Situart dan Sundart. Keperawatan Medikal Bedah 1.2001.
Jakarta: EGC
Mubarak
Wahid iqbal,dkk. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. 2006. Jakarta: Sagung Seto